Archive for February, 2008

Asal Mula Cinta Buta

Saturday, February 2nd, 2008

Pada masa dulu, sebelum dunia diciptakan seperti yang
kita kenal sekarang dan manusia belum lagi menginjakkan
kakinya di sana, semua sifat kebaikan dan kejahatan
berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan,
tak tahu apa yang hendak dilakukan.

Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi
daripada sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul:
“Mari kita bermain petak umpet.”
Mereka semua menyukai ide tsb dan secara tiba-tiba Kegilaan berteriak:
“Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!”
Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari kegilaan,
semua yang lain setuju saja.

Kegilaan segera bersandar kepohon dan mulai menghitung, “Satu, dua, tiga…”
Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tersebut
bersembunyi. Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan,
Pengkhianatanbersembunyi di tumpukan sampah.
Kasih Sayang bergulung di antara awan dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah-tengah bumi.
Kebohongan berkata akan bersembunyi di bawah batu,
tapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau.
Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata
dirobeknya karena kantung itu dirasanya tidak nyaman.

Dan Kegilaan masih terus menghitung, “Tujuh puluh sembilan,
delapan puluh, delapan puluh satu…”
Ketika itu, semua sifat tsb telah bersembunyi — kecuali Cinta.
Seperti Keraguan, demikianlah Cinta, dia tak bisa memutuskan
kemana harus bersembunyi.

Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu
betapa sulitnya menyembunyikan Cinta. Pada saat Kegilaan sampai pada
hitungan ke-99, Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga mawar.
Dan dengan bersemangat, Kegilaan berbalik dan berteriak,
“Bersiaplah, ini aku datang! Akan kutemukan kalian semua”

Kemalasan adalah yang pertama ditemukan, karena dia bahkan tidak
punya energi untuk mencoba bersembunyi, disusul oleh Keraguan,
yang masih mondar-mandir karena tak tahu ke mana harus sembunyi.

Kemudian, secara hampir beruntun, Kegilaan segera menemukan
Kelembutan di ujung bulan, Kebohongan didasar danau dan
Gairah di tengah-tengah bumi. Satu persatu Kegilaan menemukan mereka semua,
kecuali Cinta. Kegilaan mulai menjadi semakin gila,
karena putus asa untuk menemukan Cinta.
Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta yang belum juga ditemukan,
berbisik pada Kegilaan, “Kau hanya perlu mencari Cinta, dia bersembunyi
di semak bunga mawar.”

Kegilaan mengambil garpu taman dan menusuk-nusuk serampangan
kearah semak mawar. Dia terus menusuk-nusuk sampai terdengar
suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti.
Cinta keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan.
Di antara jari-jarinya mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua belah matanya.

Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan Cinta,
tanpa sengaja telah melukai mata dari Cinta.
“Apa yang telah kulakukan!” teriaknya menyesal.
“Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?”
Cinta menjawab, “Kau tak mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kamu
bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi penuntunku.”
Dan semenjak itulah, Cinta itu buta, namun dia bisa melihat dalam kegelapan,
karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan…

416967nm381ync8x

Sumber dari sini