Archive for October, 2007

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

Wednesday, October 24th, 2007

Kupu2
 
Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua.
Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau  ia berada di rumah hantu.
Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya?
Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya
membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri."
Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup
mereka.
Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.
Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya.
Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya.Aku
berusaha melakukan yang terbaik.
Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku.
Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya
dalam kesadaranku.
Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta
adalah ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.

Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata…

Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti
pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.
Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan
dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya
integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita
cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus
membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan
istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.
Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka
perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita

Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA , Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."

Bagaimana Cara Menyayangi Seseorang ?

Sunday, October 21st, 2007

I_wanna_hold_you____by_rhysenn_m

1. Sayangi dia dengan hati, bukan dengan perasaan.
Jika anda meletakkan sesuatu perhubungan berdasarkan
perasaan, ianya akan gagal kerana perasaan senantiasa
berubah dari masa ke semasa.

2. Sayangi dia seadanya. Di dunia terdapat hampir 6
billion manusia dengan 6 billion personaliti. Dia
sememangnya seorang yang istimewa dan biarkan ianya
kekal begitu. Jangan sesekali terfikir untuk mengubah
apa-apa tentang dia kerana sekali anda mengubah,
selamanya anda akan terus mengubah dirinya. Tentu anda
masih ingat, anda terpikat padanya kerana dia adalah
dia. Maka, tiada alasan untuk anda mengubah dia untuk
menjadi seseorang yang lain.

3. Sayangi dia sepenuh hati. Sesungguhnya dia telah
banyak bekorban untuk anda. Dengan kelebihan yang ada
padanya, dia berpeluang untuk menjalin hubungan dengan
seseorang yang lebih sempurna tapi demi cinta, dia
telah memilih diri anda. Maka, jangan sesekali cuba
untuk mempermain-mainkan keluhuran cintanya.

4. Hormati pendirian dan keputusan dia. Jangan anda
merayu dan jangan mencipta alasan supaya dia menerima
cinta anda kerana kelak, yang anda akan dapat darinya
hanyalah cinta simpati dan bukannya cinta setulus
hati.

5. Yakinkan diri anda akan keistimewaan dia. Dia
adalah satu-satunya di dunia ini dan jangan
mengharapkan kesempurnaan dari dia kerana dia telahpun
cukup sempurna semenjak anda mula terpikat padanya.

6. Percaya akan dirinya. Sentiasa bersangka baik
padanya jika kita juga mahukan sebegitu darinya.
Pastikan anda akan sentiasa meletakkan diri anda di
tempatnya sebelum melakukan apa-apa. Jika anda sendiri
tidak dapat menerimanya, apatah lagi dia.

7. Jangan berjanji menyayangi dia untuk selama-lamanya
kerana selama-lamanya bagi anda mungkin akan berakhir
keesokkan harinya, tapi berjanjilah untuk menyayangi
dirinya seolah-olah setiap hari itu adalah hari yang
terakhir untuk anda berdua.

8. BERCINTA dengannya adalah seperti memberi hati anda
kepadanya untuk dilukai tapi kepercayaan itu penting.
Percayalah kepadanya, nescaya dia akan melindunginya
sepenuh jiwa dan raga.

9. Jangan sesekali meninggalkan dia tanpa sebarang
alasan. Dia bukan hanya akan setakat menangis kecewa
dan kemudiannya meneruskan hidup seperti biasa,
ketahuilah bahawa jiwanya akan mati secara perlahan.

10. Jangan cepat berbangga dengan diri anda, memenangi
hatinya bukanlah satu kejayaan yang mutlak tetapi
anugerah itu hanya layak anda perolehi setelah anda
berjaya menyayanginya sehingga ke akhir hayat.
Ketahuilah, dia memilih anda adalah kerana dia percaya
bahawa anda adalah seorang yang jujur dan akan
menepati janji. Anda telah bersusah payah dan berusaha
sedaya upaya untuk memenangi cintanya, maka dengan itu
haruslah juga anda berusaha untuk terus menyintai
dirinya dengan apa jua keadaan sekalipun

Mungkin anda terkadang sebal dan benci dengan kebiasaan konyolnya, dengan semua kebiasaan joroknya, dengan semua kata - kata dan kelakuan jailnya. Tapi percayalah teman, saat dia pergi dari kita justru hal - hal itu lah yang paling kita rindukan.
Jadi angkat telpon sekarang ucapkan padanya betapa anda menyayangi segala yang ada didalam dirinya.

Orang Brengsek Guru Sejati

Friday, October 5th, 2007

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People.
Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik
dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan
dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia
sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau
kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka
yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan
orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.
 

Namun,
begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk
memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka;
seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya
apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya
tersenyum
kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya
menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum
melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan
kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor.
Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena
Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi
sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum
sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan
mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata
bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam
sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap
orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.

Pertama,
manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.
Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang
sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah
mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu
orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan
untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih
sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu.
Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan
putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak
kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat
membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan
sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar.
Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet.
Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan
longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala,
mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super
sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa
ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan
anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin
mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang
dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama
kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal
latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani
hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia
pintar tukang hujat di atas.
Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.
Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia
sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya
kontribusinya.  Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi
pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti
membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan.  Rekan saya
menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan
jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat,
disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa.
Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri
untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi
menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak
enaknya dihina orang lain.

Kelima,
dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat.
Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh
penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang
dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya
bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya
diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina
kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga.
Pasalnya, kalau kita  berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu
dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk
surga menjadi lebih tinggi ?

 

 ***
Sumber: Orang Brengsek Guru Sejati oleh Gede Prama