Archive for August, 2007

Penantian Bidadari

Thursday, August 23rd, 2007

Ada dunia menanti syurga
Ada tangis menanti bahagia
Merunduk hati
Terurai tetesan nurani

Mungkin diri tak seindah harap
Namun hati berharap luap
Aku penghamba dan peminta-Mu
Adakah penantianku layak tertumpu?

Yang Kau ajarkan adalah cinta
Yang Kau berikan selalu karena cinta
Duhai Yang MahaPencinta
Yang MahaDicinta

Ya Rabbi, Sungguh akulah tulang rusuk seseorang
Yang karena dia meminta-Mu, aku Engkau hadirkan
Atau biarlah menjadi impian
Bunga indah tidurku
Atas nama Cinta-Mu

Cinta dan harap itu Kau hadirkan dalam hati
Tumbuh dan Dewasakan diri
Meski sendiri dan sepi
Dan biar ku bertawakkal diri
Kepada-Mu…
Yang tengah mempersiapkan yang terbaik untukku

Terbaik di dunia
dan
terbaik di akhirat

Cukup cinta kepada-Mu telah memenuhi isi hati ini
Cukup MahaCinta-Mu mengisi relung jiwa ini…

Biarku tetap menanti
Hingga ujung Syurga Cinta
Bersama-Mu
Bersamanya
Dalam rangka Cinta dan Keikhlasan Kepada-Mu

Diambil dari sini

Love Monology

Sunday, August 19th, 2007

**Saat diri ingin kembali berjalan menyelesaikan langkah yang tertunda. Ingin meluruskan hati saat logika berbicara tentang cinta, dan ternyata….kenyataan memang membuat ku tersadar, bahwa cinta tak selamanya nyata

Love Monology

Mengapa kita menutup mata ketika kita tidur, ketika kita menangis,
ketika kita membayangkan?
Ini karena semua hal terindah di dunia tidak terlihat.
Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,
kita bergabung dengannya dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yang
dinamakan CINTA!!

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan.
Tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari, dan mereka yang telah mencoba.
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang
telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan
masih perduli terhadapnya pada saat ketika dia tidak memperdulikanmu
dan kamu masih menunggunya dengan setia.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata "aku turut berbahagia
untukmu".

Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali
ke alam bebas lagi, kau mungkin menyadari bahwa kamu menemukan cinta
dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tak perlu mati
bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah orang yang selalu mendapatkan
keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka
jatuh, entah bagaimana dalam perjalan hidup, kamu belajar lebih
banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap dihatinya, sebagai penghargaan
abadi atas pilihan2 hidup yang telah kamu buat.

Teman sejati akan mengerti ketika kamu berkata "aku lupa".
Menunggu selamanya ketika kamu berkata "tunggu sebentar".
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata "bolehkah
saya masuk?".
Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila dia
berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu
mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.

Lebih menyakitkan menangis dalam hati dari pada menangis tersedu atau
mengadu, air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang
tersembunyi menggoreskan luka dihatimu yang tidak pernah akan hilang.

Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai
seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintaimu, melainkan
karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila
kita melepaskannya.

KADANG KALA, ORANG YANG PALING MENCINTAIMU ADALAH ORANG YANG TIDAK PERNAH MENYATAKAN CINTA PADAMU, KARENA DIA TAKUT KAU BERPALING DANMEMBERI JARAK, DAN BILA SUATU SAAT DIA PERGI, KAU AKAN MENYADARI IA
ADALAH CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI. "