Cemburu Padanya

March 10th, 2009 by philosophiana

Aku katakan padamu

Aku cemburu padanya

Cemburu pada warna indahnya

Yang kau bilang bisa menyembuhkan dukamu

Aku cemburu

Pada aroma wanginya

Yang kau katakan, dapat mengobati luka

Karena merasuk jiwa tersapu bayu

Sekali lagi kukatakan padamu

Aku cemburu padanya

Cemburu pada bunga

Djogja untuk mantra

11 Maret 2009

..:.Mantraku Sakti.:..

March 23rd, 2008 by philosophiana

……

Saat lukisan wajahmu tergambar jelas dipelupuk mataku.saat aku ingin hidupkan gelora jiwaku disisi kesendirian hidupku, saat aku hanya bias menyadari bahwa hati hanya ingin sendiri setelah kau pergi..
Saat kata-katamu dan senandungmu membuncah disela-sela sukmaku,disaat aku sepi dengan harapku dan masih ada harap menantimu..

Aku hanyalah sebuah kunang-kunang dengan redup sinarnya yang tenggelam ditengah keperkasaan malam.
Aku hanyalah semanik bintang diangkasa yang terselimuti kesombongan awan kelam. Sedang dirimu adalah burung camar dengan kepak sayapnya yang merajai angkasa.
Adalah gulungan ombak dipantai yang tak pernah henti di elu-elukan para nelayan sepanjang zaman.
Dirimu….adalah pagi yang mempunyai kehangatan mentari dan basuh bening kelembutan sang embun.

Dan diriku bukan dirimu yang begitu punya arti…;

…….

Setiap kubasuh luka dari hati yang papa, selalu tergambar jelas harapan yang tak kunjung padam. Harapan yang memabukkan malam-malamku dari keterasingan.
Harapan yang selalu membius kesadaran bahwa diriku tak ubahnya guguran dedaunan yang disapa derai hujan yang terus saja berharap diberikan kesempatan sekali lagi untuk bisa berfotosintesa dan berbunga…

Seperti doa siang agar bermimpi dengan sang malam ditengah peraduan mentari. Dengan senandung rembulan, yang menghanyutkan segala asa tentang impian meraih bintang. Namun sekali lagi….mimpi adalah mimpi, yang tak selamanya menjadi nyata…

—-
Djogjakoe

Asal Mula Cinta Buta

February 2nd, 2008 by philosophiana

Pada masa dulu, sebelum dunia diciptakan seperti yang
kita kenal sekarang dan manusia belum lagi menginjakkan
kakinya di sana, semua sifat kebaikan dan kejahatan
berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan,
tak tahu apa yang hendak dilakukan.

Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi
daripada sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul:
“Mari kita bermain petak umpet.”
Mereka semua menyukai ide tsb dan secara tiba-tiba Kegilaan berteriak:
“Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!”
Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari kegilaan,
semua yang lain setuju saja.

Kegilaan segera bersandar kepohon dan mulai menghitung, “Satu, dua, tiga…”
Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tersebut
bersembunyi. Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan,
Pengkhianatanbersembunyi di tumpukan sampah.
Kasih Sayang bergulung di antara awan dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah-tengah bumi.
Kebohongan berkata akan bersembunyi di bawah batu,
tapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau.
Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata
dirobeknya karena kantung itu dirasanya tidak nyaman.

Dan Kegilaan masih terus menghitung, “Tujuh puluh sembilan,
delapan puluh, delapan puluh satu…”
Ketika itu, semua sifat tsb telah bersembunyi — kecuali Cinta.
Seperti Keraguan, demikianlah Cinta, dia tak bisa memutuskan
kemana harus bersembunyi.

Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu
betapa sulitnya menyembunyikan Cinta. Pada saat Kegilaan sampai pada
hitungan ke-99, Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga mawar.
Dan dengan bersemangat, Kegilaan berbalik dan berteriak,
“Bersiaplah, ini aku datang! Akan kutemukan kalian semua”

Kemalasan adalah yang pertama ditemukan, karena dia bahkan tidak
punya energi untuk mencoba bersembunyi, disusul oleh Keraguan,
yang masih mondar-mandir karena tak tahu ke mana harus sembunyi.

Kemudian, secara hampir beruntun, Kegilaan segera menemukan
Kelembutan di ujung bulan, Kebohongan didasar danau dan
Gairah di tengah-tengah bumi. Satu persatu Kegilaan menemukan mereka semua,
kecuali Cinta. Kegilaan mulai menjadi semakin gila,
karena putus asa untuk menemukan Cinta.
Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta yang belum juga ditemukan,
berbisik pada Kegilaan, “Kau hanya perlu mencari Cinta, dia bersembunyi
di semak bunga mawar.”

Kegilaan mengambil garpu taman dan menusuk-nusuk serampangan
kearah semak mawar. Dia terus menusuk-nusuk sampai terdengar
suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti.
Cinta keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan.
Di antara jari-jarinya mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua belah matanya.

Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan Cinta,
tanpa sengaja telah melukai mata dari Cinta.
“Apa yang telah kulakukan!” teriaknya menyesal.
“Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?”
Cinta menjawab, “Kau tak mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kamu
bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi penuntunku.”
Dan semenjak itulah, Cinta itu buta, namun dia bisa melihat dalam kegelapan,
karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan…

416967nm381ync8x

Sumber dari sini

-Goresan-

December 20th, 2007 by philosophiana

-Dedicated to :: Manusia Tanpa Raga ::-

…..Saat lukisan wajahmu tergambar jelas di pelupuk mataku, Saat aku ingin hidupkan gelora jiwaku di sisi kesendirian hidupku. Saat aku hanya bisa menyadari bahwa hati hanya ingin sendiri setelah kau pergi…;
Saat kata-katamu dan senandungmu membuncah disela-sela sukmaku, disaat aku sepi dengan hidupku dan masih ada harap menantimu….terasa panjang perjalanan ini

Terasa berat tangan Raida menuliskan kata-kata itu. Ribuan rintik tangis mehujam dadanya, tak nampak di antara wajah ayunya. Namun dari sorot mata indahnya, tergambar jelas ada kesedihan yang mendalam. Seolah ada secuil jiwa dari dirinya yang menghilang. Tangannya gemetar menarikan pena di atas kertas yang di pangkunya. Sesekali bening matanya menatap senja di ufuk barat yang menorehkan goresan jingga di cakrawala.

Dua bulir bening air mata, terbit dari telaga matanya. Menetes melewati halus pipinya;…
Terdengar isak lembut, tak sekalipun Raida menghapus air matanya. Seolah dia memang benar-benar ingin melegakan  jiwanya dengan menangis. Di alam bebas ini, dia merasakan kelegaan. Dia ingin angin membawa kesedihannya pergi, dia ingin luka dihatinya mengering dan tak membebaninya lagi.

Terlalu asyik menangis rupanya gadis ayu itu. Tak disadarinya, air matanya telah membasahi tulisan indah di pangkuannya. Memudar sudah, namun masih jelas terbaca;

"aduh..tulisanku.." Ucapnya perlahan, seraya buru-buru mengeringkan air mata yang menggenang di atas kertas.
Masih di bacanya perlahan goresan tangannya.
"Masih terbaca " Gumamnya perlahan

Kemudian dengan perlahan di lanjutkannya menuliskan beberapa baris kalimat.

Air mataku dengan mudah meneriakkan tangisnya, namun jiwaku tak mampu mengusung senyum ke dalam dadanya. Andai semudah air mata memudarkan goresan luka yang ada di kertas ini, ingin rasanya ku beli telaga air mata untuk membasuh duka ini. Kau harus tahu; kehilangan ini bukan karena kecewa, namun karena satu hati yang pernah kuberi rasa tak mampu lagi membuatku tertawa.

Setelah usai menggoreskan pena, Raida mulai menghapus air matanya. Dirapikannya kembali wajah ayunya seperti sedia kala. Angin nakal mempermainkan mahkota indahnya, sehingga tata letaknya sedikit berantakan. Namun cantik tetap menjadi miliknya.

Senja mulai berduyun-duyun membawa kegelapan malam, bias sinar mentari mulai berpamitan perlahan. Tinggal menanti mimpi dan semuanya akan berganti. Raida beranjak dari duduknya dan bergegas pulang. Sembari berjalan dalam hatinya bergumam
"Biarkan saja hari ini, semoga esok pagi luka ini terobati"


Jangan_diambilyahhihiihihhi

::Cara Pandang Terhadap Beban Hidup::

November 15th, 2007 by philosophiana


Oleh: Tidak Diketahui

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.

"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.

"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya…!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day……..

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

October 24th, 2007 by philosophiana

Kupu2
 
Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua.
Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau  ia berada di rumah hantu.
Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya?
Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya
membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri."
Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup
mereka.
Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.
Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya.
Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya.Aku
berusaha melakukan yang terbaik.
Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku.
Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya
dalam kesadaranku.
Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta
adalah ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.

Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata…

Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti
pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.
Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan
dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya
integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita
cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus
membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan
istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.
Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka
perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita

Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA , Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."

Bagaimana Cara Menyayangi Seseorang ?

October 21st, 2007 by philosophiana

I_wanna_hold_you____by_rhysenn_m

1. Sayangi dia dengan hati, bukan dengan perasaan.
Jika anda meletakkan sesuatu perhubungan berdasarkan
perasaan, ianya akan gagal kerana perasaan senantiasa
berubah dari masa ke semasa.

2. Sayangi dia seadanya. Di dunia terdapat hampir 6
billion manusia dengan 6 billion personaliti. Dia
sememangnya seorang yang istimewa dan biarkan ianya
kekal begitu. Jangan sesekali terfikir untuk mengubah
apa-apa tentang dia kerana sekali anda mengubah,
selamanya anda akan terus mengubah dirinya. Tentu anda
masih ingat, anda terpikat padanya kerana dia adalah
dia. Maka, tiada alasan untuk anda mengubah dia untuk
menjadi seseorang yang lain.

3. Sayangi dia sepenuh hati. Sesungguhnya dia telah
banyak bekorban untuk anda. Dengan kelebihan yang ada
padanya, dia berpeluang untuk menjalin hubungan dengan
seseorang yang lebih sempurna tapi demi cinta, dia
telah memilih diri anda. Maka, jangan sesekali cuba
untuk mempermain-mainkan keluhuran cintanya.

4. Hormati pendirian dan keputusan dia. Jangan anda
merayu dan jangan mencipta alasan supaya dia menerima
cinta anda kerana kelak, yang anda akan dapat darinya
hanyalah cinta simpati dan bukannya cinta setulus
hati.

5. Yakinkan diri anda akan keistimewaan dia. Dia
adalah satu-satunya di dunia ini dan jangan
mengharapkan kesempurnaan dari dia kerana dia telahpun
cukup sempurna semenjak anda mula terpikat padanya.

6. Percaya akan dirinya. Sentiasa bersangka baik
padanya jika kita juga mahukan sebegitu darinya.
Pastikan anda akan sentiasa meletakkan diri anda di
tempatnya sebelum melakukan apa-apa. Jika anda sendiri
tidak dapat menerimanya, apatah lagi dia.

7. Jangan berjanji menyayangi dia untuk selama-lamanya
kerana selama-lamanya bagi anda mungkin akan berakhir
keesokkan harinya, tapi berjanjilah untuk menyayangi
dirinya seolah-olah setiap hari itu adalah hari yang
terakhir untuk anda berdua.

8. BERCINTA dengannya adalah seperti memberi hati anda
kepadanya untuk dilukai tapi kepercayaan itu penting.
Percayalah kepadanya, nescaya dia akan melindunginya
sepenuh jiwa dan raga.

9. Jangan sesekali meninggalkan dia tanpa sebarang
alasan. Dia bukan hanya akan setakat menangis kecewa
dan kemudiannya meneruskan hidup seperti biasa,
ketahuilah bahawa jiwanya akan mati secara perlahan.

10. Jangan cepat berbangga dengan diri anda, memenangi
hatinya bukanlah satu kejayaan yang mutlak tetapi
anugerah itu hanya layak anda perolehi setelah anda
berjaya menyayanginya sehingga ke akhir hayat.
Ketahuilah, dia memilih anda adalah kerana dia percaya
bahawa anda adalah seorang yang jujur dan akan
menepati janji. Anda telah bersusah payah dan berusaha
sedaya upaya untuk memenangi cintanya, maka dengan itu
haruslah juga anda berusaha untuk terus menyintai
dirinya dengan apa jua keadaan sekalipun

Mungkin anda terkadang sebal dan benci dengan kebiasaan konyolnya, dengan semua kebiasaan joroknya, dengan semua kata - kata dan kelakuan jailnya. Tapi percayalah teman, saat dia pergi dari kita justru hal - hal itu lah yang paling kita rindukan.
Jadi angkat telpon sekarang ucapkan padanya betapa anda menyayangi segala yang ada didalam dirinya.

Orang Brengsek Guru Sejati

October 5th, 2007 by philosophiana

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People.
Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik
dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan
dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia
sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau
kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka
yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan
orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.
 

Namun,
begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk
memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka;
seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya
apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya
tersenyum
kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya
menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum
melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan
kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor.
Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena
Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi
sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum
sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan
mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata
bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam
sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap
orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.

Pertama,
manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.
Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang
sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah
mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu
orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan
untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih
sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu.
Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan
putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak
kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat
membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan
sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar.
Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet.
Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan
longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala,
mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super
sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa
ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan
anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin
mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang
dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama
kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal
latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani
hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia
pintar tukang hujat di atas.
Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.
Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia
sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya
kontribusinya.  Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi
pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti
membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan.  Rekan saya
menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan
jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat,
disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa.
Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri
untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi
menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak
enaknya dihina orang lain.

Kelima,
dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat.
Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh
penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang
dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya
bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya
diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina
kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga.
Pasalnya, kalau kita  berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu
dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk
surga menjadi lebih tinggi ?

 

 ***
Sumber: Orang Brengsek Guru Sejati oleh Gede Prama

Tiga Buah Pohon

September 24th, 2007 by philosophiana

Grenadilla2

Ada sebuah kisah tentang tiga buah pohon

Pohon pertama bermimpi, jika suatu hari ia dipotong, dia ingin menjadi kotak penyimpan harta karun.

Pohon kedua bermimpi, jika suatu hari ia di potong, dia ingin menjadi kapal milik raja

Sedangkan pohon ketiga, dia bermimpi dia ingin menjadi pohon yang paling tinggi, sehingga orang-orang akan mengingat dia.Hingga suatu hari, tiba hari pemotongan itu.

Pohon pertama ternyata hanya dijadikan tempat makan ternak. Yaitu tempat jerami…
Pohon kedua ternyata hanya dijadikan kapal nelayan biasa.
Pohon ketiga begitu dipotong hanya dibiarkan teronggok begitu saja.
Nah selang beberapa waktu, ketiga pohon itu telah melupakan mimpi mereka. Dan inilah kisah dari pohon pertama :

>> kisah dari pohon pertama, datang seorang ibu kekandang tempat ternak dan tempat makanannya berada. Dan lahirlah bayi disitu, dan bayi itu ditempatkan ditempat jerami tersebut. Dan kayu itupun sadar, bahwa bayi itu lebih dari sekedar harta karun.

>>kisah dari pohon kedua, suatu hari perahu nelayan ini sedang melaut dan ternyata terjadi badai. Dia merasa bahwa tidak akan mungkin melampaui badai dan salah seorang penumpang berkata pada badai, “wahai badai berhentilah !!”
Dan kayu kedua pun sadar bahwa ternyata orang itu adalah raja diatas raja.

>>tiba pada pohon ketiga, akhirnya setelah bertahun tahun dibiarkan teroggok begitu saja, dia dibuat menjadi salip, dan orang yang membawanya di caci maki bahwa dilempari kotoran. Dan akhirnya dia dipancangkan setinggi mungkin.

Hikmah :
Bahwa Tuhan akan membuat mimpi kita menjadi kenyataan tapi mungkin, tidak sama persis dengan apa yang kita impikan , bisa jadi apa yang Tuhan wujudkan jauh lebih baik. Karena memang perencana yang paling baik adalah Tuhan

WANITA

September 6th, 2007 by philosophiana

WANITA

Bonnie

 

 

 

Ketika
Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam. Malaikat
datang dan bertanya “Mengapa begitu lama Tuhan ?”

Tuhan
menjawab :


 

 

Sudahkah
engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka ?”

Malaikat
itu takjub

Hanya
dengan dua tangan ?……impossible !”

Dua
tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari
plastik.setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digunakan dan
berfungsi baik untuk segala jenis masakan. Mampu menjaga banyak anak
pada saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit
hati dan keterpurukan…dan semua yang dilakukannya cukup dengan dua
tangan ini.

Dan
Itu model standart?”

Sudahlah
Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk
menyempurnakannya.”

Oh…tidak,
SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan
favorit SAYA.”

O..yah,
dia juga akan mampu menyembuhkan diringa sendiri, dan bisa bekerja 18
jam sehari.”

Malaikat
mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu.

Tapi
ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN?

Yah…SAYA
membuatnya lembut. Tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang
saya berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.

Dia
bisa berpikir ?” Tanya Malaikat

Tuhan
menjawab :

Tidak
hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”

Malaikat
menyentuh dagunya….

TUHAN,
ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh ! seolah terlalu
banyak beban baginya.

Itu
bukan lelah atau rapuh….itu air mata.”

Koreksi
TUHAN

Untuk
apa ?” Tanya Malaikat

TUHAN
melanjutkan :

Air
mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan,
kegalauan, cinta kesedihan, penderitaan dan kebanggaan.”

Luar
biasa, ENGKAU jenius TUHAN.” Kata Malaikat.

Engkau
memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaan MU ini akan sungguh
menakjubkan !”

Ya
mesti !”

Wanita
ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi
beban bahkan melebihi laki-laki.”

Dia
mampu menyimpan beban dan pendapatnya sendiri.

Dia
mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.

Mampu
menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat
ketakutan.

Dia
berkorban demi orang yang dicintainya.

Mampu
berdiri melawan ketidakadilan.

Dia
tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.

Dia
menerjunkan dirinya untuk keluarganya.

Dia
membawa temannya yang sakit untuk berobat.

Cintanya
tanpa syarat

Dia
menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.

Dia
girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa.

Dia
begitu bahagia mendengar kelahiran.

Dia
tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Hanya
ada satu hal yang kurang dari wanita.

Dia
lupa betapa berharganya dia

Sampaikan
ini kepada wanita di sekeliling kita

Ingatkan
mereka, karena terkadang mereka perlu diingatkan

Kenang
kenangan kuliah filsafat ilmu

(Oleh
Dr.Rizal Muntasyir)

Diberikan
Kepada

Agus
Pramono Setiawan

Sebagai
anggota kajian filsafat

**makasih buat kakakku